More in

icon front default1

 

Setelah didirikannya Program Studi Bahasa Jepang D-3 di Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara tahun 1980 dan berkat dukungan teknis maupun nonteknis The Japan Foundation, sejak itu minat masyarakat untuk mempelajari bahasa Jepang semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat pada Ujian Kemampuan Bahasa Jepang (Nihongo Noryokushiken) yang biasa diselenggarakan setiap tahun di Universitas Sumatera Utara atas kerjasama dengan The Japan Foundation menunjukkan adanya peningkatan para peserta yang ikut ujian tersebut. Melihat keadaan seperti demikian, dan perlu adanya tenaga yang berkualifikasi sarjana yang berkemampuan akademi dibidang sastra Jepang, maka di Fakultas Sastra USU perlu dibuka Departemen Sastra Jepang S-1. Usaha untuk membuka program S-1 Sastra Jepang ini sudah dilakukan dari sejak 1989, namun pembukaan Program S-1 tersebut belum bisa terealisasikan dengan cepat. Namun demikian, pada tahun 2000 mencoba lagi mengajukan proposal kepada DIKTI dan juga meminta dukungan dari The Japan Foundation, akhirnya DIKTI Jakarta pada tanggal 25 Agustus 2000 menyetujui dan mengizinkan dibukanya Program Studi Sastra Jepang di Fakultas Sastra USU.
Sebagai konsekuensinya, pihak Rektorat menginformasikan dibukanya Program Studi Sastra Jepang (S-1) tersebut melalui surat kabar yang ada di Kota Medan. Akhirnya Program Studi Sastra Jepang diikutsertakan dalam UMPTN tahun 2000. Selain itu, untuk mengantisipasi para lulusan D-3 Program Studi Bahasa Jepang yang ingin melanjutkan studinya ke jenjang S-1, maka pada bulan September 2000 dibuka juga Program Ekstensi Sastra Jepang. Lulusan yang diterima di program ekstensi ini adalah lulusan yang telah lulus program D-3 Bahasa Jepang baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Pada awalnya kurikulum Departemen Sastra Jepang (S-1) yang digunakan mengacu pada Kurikulum Nasional (KURNAS) tahun 1994. Jumlah SKS yang harus ditempuh oleh mahasiswa sebanyak 144 SKS yang terdiri dari 8 semester. Pada tahun 2004 berdasarkan SK Mendiknas No. 232/V/2000 mengalami perubahan menjadi 150 SKS, kemudian berdasarkan SK Dirjen No. 38/Dikti/Kep/2002 dirubah kembali menjadi 144 SKS yang diperuntukkan bagi mahasiswa angkatan tahun 2006 s.d 2011. Dan pada tanggal 15 September 2012 berdasarkan keputusan Rektor USU No.1443/UN5.1.R/SK/KRK/2012 maka kurikulum dirubah kembali menjadi 153 SKS.
Program Studi Jepang memiliki seorang tenaga ahli bahasa Jepang yang dikirim oleh The Japan Foundation. Dan biasanya tenaga ahli ini bertugas selama 2 tahun dan boleh diperpanjang selama satu tahun.
Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya USU telah bekerjasama dengan Asosiasi Pendidikan Bahasa Jepang Indonesia (GAKKAI) dalam menyelenggarakan lokakarya dan seminar-seminar. Begitu juga dengan Assosiasi Studi Jepang Indonesia (ASJI) para staf pengajar dari Program Studi Sastra Jepang sering diundang untuk mengahadiri kegiatan Assosiasi Studi Jepang Indonesia (ASJI).